oleh

HUT ke-33 HAPI 2026: Panggilan Iman dan Amanah Profesi

-BERITA-3 Dilihat

Oleh: Yana Suryana
Kabid Kerohanian HAPI Jabar

Memasuki usia ke-33 tahun pada 10 Februari 2026, Himpunan Advokat Pengacara Indonesia (HAPI) tidak sekadar merayakan perjalanan organisasi, tetapi sedang meneguhkan jati diri. Usia ini adalah momentum untuk kembali menyadari bahwa profesi advokat bukan hanya ruang mencari nafkah, melainkan ladang amanah yang menuntut keimanan, kejujuran, dan tanggung jawab moral.

Iman adalah fondasi, amanah adalah konsekuensi. Tanpa iman, hukum bisa menjadi alat kepentingan. Tanpa amanah, profesi kehilangan marwahnya. Advokat berdiri di tengah pusaran kepentingan, tekanan, dan godaan. Di situlah kualitas ruhani diuji. Setiap pembelaan, setiap argumentasi, bahkan setiap keputusan untuk menerima atau menolak perkara, sejatinya adalah cerminan nilai yang hidup dalam hati.

HAPI di usia ke-33 harus semakin matang bukan hanya secara struktur organisasi, tetapi secara akhlak kolektif. Kode etik bukan sekadar dokumen formal, melainkan komitmen moral yang dijaga dengan kesadaran spiritual. Solidaritas antaranggota bukan hanya simbol kebersamaan, tetapi wujud tanggung jawab bersama menjaga kehormatan profesi.

Kepercayaan publik terhadap advokat tidak lahir dari retorika, melainkan dari konsistensi integritas. Masyarakat membutuhkan advokat yang bukan hanya cerdas secara hukum, tetapi juga jernih dalam nurani. Di tengah tantangan zaman digitalisasi perkara, kompleksitas hukum ekonomi, hingga sorotan publik keteguhan iman menjadi penuntun agar advokat tetap berada di jalan kebenaran.

HUT ke-33 ini adalah panggilan untuk bermuhasabah. Sudahkah kita menjalankan profesi dengan niat yang lurus. Sudahkah kita menempatkan keadilan di atas kepentingan pribadi? HAPI harus menjadi rumah yang menumbuhkan nilai, membina akhlak, dan memperkuat pengabdian kepada masyarakat pencari keadilan.

Akhirnya, panggilan iman dan amanah profesi adalah pengingat bahwa setiap advokat tidak hanya bertanggung jawab kepada klien dan organisasi, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di sanalah letak kemuliaan profesi ini ketika hukum ditegakkan dengan hati yang bersih, dan keadilan diperjuangkan dengan keikhlasan. Dirgahayu ke-33 HAPI, semoga semakin teguh dalam iman dan semakin terpercaya dalam pengabdian.