oleh

HUT ke-33 HAPI di Bandung, Mengapa Kehadiran Advokat Jadi Penting ?

-BERITA-0 Dilihat

HAPIJABAR.COM, Bandung – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Himpunan Advokat/Pengacara Indonesia (HAPI) yang akan digelar di Kota Bandung bukan sekadar agenda rutin organisasi. Lebih dari itu, momen ini dinilai sebagai titik penting bagi advokat Jawa Barat untuk menentukan arah, peran, dan masa depan profesinya.

HAPI yang berdiri sejak 10 Februari 1993 telah melalui perjalanan panjang dalam dinamika dunia hukum nasional. Memasuki usia 33 tahun, tantangan profesi advokat semakin kompleks, mulai dari degradasi etika, persaingan yang tidak sehat, hingga tuntutan profesionalisme yang terus meningkat. Dalam konteks inilah, kehadiran advokat pada HUT ke-33 HAPI menjadi relevan dan krusial.

Dengan mengusung tema. “Komitmen dalam Melaksanakan Profesi Advokat, Meningkatkan dan Menumbuhkembangkan Himpunan Advokat/Pengacara Indonesia (HAPI) DPD Jawa Barat,” peringatan ini diarahkan sebagai ruang refleksi bersama, sekaligus konsolidasi organisasi.

Ketua HAPI DPD Jawa Barat, Deni Hermawan, SH., MH, menegaskan bahwa HUT ke-33 HAPI harus dimaknai sebagai momentum kebersamaan, bukan sekadar perayaan simbolik.

“Kehadiran advokat sangat penting karena organisasi tidak bisa berjalan sendiri. HAPI dibangun dari komitmen kolektif. HUT ke-33 ini adalah ajakan terbuka bagi seluruh advokat untuk kembali meneguhkan nilai profesi dan memperkuat peran HAPI sebagai rumah bersama,” ujar Deni.

Menurutnya, Bandung dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki makna strategis sebagai pusat pemikiran, perjuangan, dan konsolidasi organisasi di Jawa Barat. Ia menilai, partisipasi advokat dalam momentum ini mencerminkan kepedulian terhadap masa depan profesi itu sendiri.

Hal senada disampaikan Sekretaris HAPI DPD Jawa Barat, Yosep S. Bimantara, SE., SH., MH. Ia menekankan pada bahwa HUT ke-33 HAPI bukan hanya tentang usia organisasi, akan tetapi tentang kesiapan advokat yang matang dalam berfikir dewasa dalam bertindak menghadapi tantangan ke depan.

“Kehadiran advokat di HUT ke-33 HAPI adalah bentuk tanggung jawab moral. Ini bukan acara seremonial semata, tetapi ruang untuk menyatukan gagasan, memperkuat jaringan, dan merumuskan langkah konkret HAPI Jawa Barat ke depan,” kata Yosep.

Ia menambahkan, rangkaian persiapan HUT ke-33 telah dirancang untuk membangun kembali semangat kolektif, memperkuat solidaritas, serta mendorong peran advokat yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada keadilan.

Di usia yang matang, HAPI dihadapkan pada pilihan penting. Menjadi organisasi yang hanya bertahan, atau tumbuh dan memberi pengaruh nyata. HUT ke-33 HAPI di Bandung menjadi momentum untuk menjawab pilihan tersebut.

Pertanyaannya kini sederhana namun mendasar. Ketika masa depan profesi sedang dipertaruhkan, masihkah advokat memilih untuk tidak hadir ?

Editor : Roni Maulana Arsy
Kabid IT DPD HAPI JABAR